BEM UNWIR PEDULI DAN BERBAGI BANTUAN SOSIAL. Masyarakat Harus Move on dari PPKM Darurat.

Universitas Wiralodra, 31/7/21. Pasca diumumkan Indramayu masuk pada PPKM Darurat Level 3, nampak para pelaku UMKM, pedagang kaki lima dan sektor usaha kecil lainya terlihat aktif kembali berjualan dengan beberapa ketentuan, salah satunya pembatasan waktu. Hal ini menjadi perhatian Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Wiralodra, BEM Unwir beranggapan bahwa kondisi level 3 di Indramayu ini harus dimaknai bukan kebebasan namun, kewaspadaan yang perlu ditingkatkan untuk menekan tingkat penyebaran dan penularan covid-19 di Indramayu. Untuk itu masyarakat harus bisa move on dari situasi yang mencekam belakangan ini di Indramayu. Seluruh elemen masyarakat harus bahu membahu dan saling medukung agar situasi Indramayu kedepan tidak lagi kedalam kategori level 3. Dalam situasi yang tidak normal ini masih banyak masyarakat yang terdampak, untuk itulah BEM Unwir yang diketuai Dwi Septian Hermawan menginisiasi untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat. Kegiatan pemberian bantuan sosial ini dilakukan oleh pengurus BEM Unwir dengan membagi  tiga titik lokasi di wilayah kota Indramayu. Pembagian paket sembako kepada warga terdampak ini dilaksanakan pada sabtu siang 31 juli 2021.

Saat ditemui redaksi Presiden BEM Unwir Dwi Septian Herwanan menyampaikan, kegiatan ini didorong dari keprihatinan BEM terhadap situasi di Indramayu, sehingga kami bersepakat untuk membatu meringankan beban warga terdampak di Indramayu. Batuan kami tidak banyak namun, bentuk perhatian dan komunikasi sosial itu penting dilakukan untuk memotivasi warga keluar dari situasi yang tidak menentu ini. Kami  ucapkan terimaksih kepada rekan-rekan dan para pihak yang telah membatu kegiatan bakti sosial ini, semoga bermanfaat puangkasnya.